Minggu, 25 Maret 2012

Mutasi gen penyakit Jantung


Mutasi Gen Penyebab Penyakit Pada Jantung anda
Dr.Ramon Brugada telah meneliti dan menemukan sebuah mutasi gen yang menyebabkan jantung berdetak cepat
hmm mau tau itu apa????
Penelitian itu dimulai oleh seorang lelaki berusia 39 tahun tetapi ia meninggalkan 3 orang anak yang dua diantaranya mempunyai kelainan jantung,mereka mengalami denyut jantung yang tak beraturan dan kerap kali pingsan karena penyakit tersebut.
Saat dewasa 3 orang anak tersebut memiliki bayi yang meninggal secara mendadak akibat gagal jantung dan bayi berusia 8 bulan yang masih hidup penderita gagal jantung  tetapi bayi yang hidup tersebut menderita kerusakan saraf hebat .Penyakit ini dikenal sebagai Sindrom QT (sindrom brugada).
Sindrom Brugada adalah suatu jenis abnormalitas elektrik jantung bawaan
sindrom ini pertama kali didentifikasi tahun 1998.
penderita sindrom
Brugada sebelumnya sehat-sehat saja bahkan faktor-faktor risiko penyakit
jantung koroner mungkin tidak ditemukan dan struktur jantungnya juga.
kematian mendadak ini kebanyakan saat tidur (sudden unexplained nocturnal death) yang
terjadi terutama pada laki-laki Asia dewasa muda.
sungguh penyakit yang tidak bisa di tebak
Tetapi sebenarnya dapat terdeteksi melalui elektrokardiografi (EKG),
yaitu peralatan medis sederhana yang berfungsi merekam irama jantung.
Abnomalitas irama jantung sindrom Brugada adalah adanya blok berkas
jantung kanan (right bunddle branch block, RBBB) dengan elevasi segmen
ST di sandapan jantung kanan yang kadang tidak kentara.
Tetapianehnya mengapa sindrom letal ini banyak terjadi di kawasan asia tenggara dan dominan terjadi pada laki-laki.Sebenarnya sindrom brugada ini jarang terjadi namun tau kah kamu sindrom brugada ini menjdai penyebab kematian ke2 setelah kecelakaan mobil di asia tenggara .Saat ini diperkirakan 5.000 orang Amerika telah menderita sindrom ini 
Hingga kini belum ditemukan terapi untuk sindrom Brugada yang disertai
keluhan. Obat-obatan antiaritmia seperti amiodarone dan penghambat beta
tidak terbukti sanggup mencegah serangan fibrilasi ventrikel. Satu-satunya
alternatif adalah menanamkan alat kejut jantung (implantable cardioverter
defibrilator/ICD) untuk untuk memproteksi dari serangan fibrilasi ventrikel
yang dapat mematikan itu.

Yang lebih penting lagi adalah tidak menyepelekan riwayat keluarga. Bila
memiliki orangtua, anak, atau saudara dengan riwayat pingsan berulang atau
bahkan mati mendadak di usia muda, sebaiknya memeriksakan diri untuk
mencari potensi nahas itu pada diri sendiri sehingga dapat diantisipasi.


 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar